Jumat, 15 Januari 2010

Gempa Haiti

Jumlah Korban Gempa Haiti, Diperkirakan Mencapai 100 Ribu Orang
Posted in Berita Utama by Redaksi on Januari 15th, 2010
Port-au-Prince (SIB)
Lebih dari 100 ribu orang dikhawatirkan tewas dalam bencana gempa bumi dahsyat di Haiti. Suasana di negeri itu benar-benar mengerikan. Ibukota Haiti, Port-au-Prince porak-poranda.
Jumlah korban jiwa sulit untuk dipastikan. Namun Perdana Menteri (PM) Haiti Jean-Max Bellerive mengatakan pada CNN, Kamis (14/1), jumlah korban tewas bisa di atas 100 ribu orang.
Akibat gempa, gedung-gedung hotel, rumah sakit, sekolah, rumah penduduk dan bangunan-bangunan lainnya kini rata dengan tanah. Banyak korban terkubur di bawah reruntuhan. Bahkan mayat-mayat pun berserakan di jalan-jalan. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (14/1).
Berbeda dengan PM Haiti, Presiden Haiti Rene Preval mengatakan, korban jiwa bisa mencapai sekitar 50 ribu orang. Dikatakannya, banyak gedung hancur diguncang gempa. “Parlemen telah ambruk. Kantor pajak ambruk. Sekolah-sekolah ambruk. Rumah sakit-rumah sakit ambruk,” kata Preval kepada CNN.
Akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter ini, ribuan orang belum ditemukan. Bahkan kini ada kekhawatiran akan terjadinya aksi kriminal. Sebab menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), penjara utama Haiti telah ambruk akibat gempa. Akibatnya, para tahanan pun kabur. Menyusul gempa dahsyat tersebut, lebih dari 30 gempa susulan terasa di Port-au-Prince. Ibukota Haiti itu dihuni oleh lebih dari 2 juta orang, yang sebagian besar hidup dalam kemiskinan.
14 Staf PBB di Haiti dilaporkan tewas serta 56 luka berat akibat gempa berkekuatan 7 SR yang menggoyang negara tersebut. Sedangkan 150 staf lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Demikian dikatakan Kepala Departemen Bantuan Lapangan PBB, Susana Malcorra, seperti dikutip dari reuters, Kamis (14/1).
Menurut Susana, korban merupakan staf misi PBB di Haiti (Minustah). Hingga kini, menurutnya, ada sekitar 150 orang yang masih dicari. Namun, Kepala Departemen Perdamaian PBB, Alain Leroy mengatakan, tewasnya staf PBB itu tidak dapat dikonfirmasi kepada Presiden Haiti Rene Preval. “Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan itu,” ucapnya.
Meski demikian, Leroy menambahkan, Kantor Minustah ambruk akibat gempa dahsyat itu. Belum ada data resmi mengenai besarnya korban jiwa akibat gempa Haiti. Dikhawatirkan, ribuan orang tewas tertimbung reruntuhan bangunan. Gempa menghancurkan berbagai gedung di Port-au-Prince termasuk Istana Kepresidenan Haiti.
Sebaliknya, presiden Haiti Rene Preval mengatakan, pemimpin misi PBB di Haiti, Hedi Annabi, merupakan salah satu dari korban staff PBB yang tewas dalam gempa di negaranya. “Duta Besar Annabi meninggal. Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa kami kepada semua masyarakat internasional,” kata Preval kepada wartawan di Port-au-Prince. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sebelumnya mengatakan ia tak dapat mengkonfirmasi laporan Annabi telah meninggal.
Obama Perintahkan Semua Upaya Penyelamatan di Haiti
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berjanji akan mengerahkan semua upaya penyelamatan dan kemanusiaan untuk membantu rakyat Haiti yang diguncang gempa dahsyat.
Presiden Obama menegaskan komitmen AS untuk membantu Haiti di masa-masa sulit ini. “Kita harus ada di sana untuk mereka di saat mereka membutuhkan,” kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/1).
Atas perintah Obama, militer AS mulai mengerahkan kapal-kapal, helikopter, pesawat transpor beserta personel-personel AS untuk membantu upaya penyelamatan di Haiti.
Dikatakan Jenderal Douglas Fraser, pimpinan US. Southern Command, 2 ribu personel Marinir juga akan tiba di Haiti dalam beberapa hari ini untuk membantu distribusi bantuan darurat ataupun menjaga keamanan di negara itu bersama dengan PBB.
Sekitar 100 ribu orang dikhawatirkan tewas dalam gempa bumi dahsyat yang mengguncang Haiti. Hingga saat ini, ribuan orang belum ditemukan menyusul gempa berkekuatan 7 Skala Richter tersebut. Gempa tersebut merupakan yang terdahsyat di Haiti dalam kurun waktu 200 tahun terakhir.
Dunia internasional dan badan-badan kemanusiaan juga bergegas memberikan bantuan untuk Haiti yang porak-poranda diguncang gempa dahsyat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan personel untuk membantu membersihkan Port-au-Prince, ibukota Haiti dari mayat-mayat korban. Palang Merah Internasional mengirimkan pesawat yang sebagian besar berisi kantong jenazah.
Dari Prancis, 65 personel pembersih puing-puing dan 6 anjing pelacak dikirimkan ke Haiti. Sedangkan pemerintah Spanyol mengerahkan tiga pesawat yang mengangkut tim penyelamat dan 100 ton tenda, selimut dan alat-alat masak. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (14/1).
Adapun pemerintah Israel mengirimkan unit khusus penyelamat Angkatan Darat yang terdiri dari para dokter dan teknisi. Pemerintah AS juga mengirimkan kapal-kapal, helikopter, pesawat transpor beserta 2 ribu personel Marinir untuk misi kemanusiaan ke Haiti.
Tim militer dari Kanada juga telah tiba di Haiti untuk memberikan bantuan. Pemerintah Kanada menjanjikan donasi awal sebesar US$ 4,8 juta. Sedangkan pemerintah China menjanjikan bantuan senilai US$ 1 juta. Komisi Eropa telah menyetujui bantuan dana US$ 4,37 juta untuk Haiti. Sekitar 100 ribu orang dikhawatirkan tewas akibat gempa yang mengguncang Haiti. Gempa berkekuatan 7 Skala Richter itu merupakan yang terdahsyat di Haiti dalam kurun waktu 200 tahun.
Gempa Haiti Sudah Diprediksi
Gempa bumi yang mengguncang Haiti ternyata sudah diperkirakan jauh sebelumnya oleh para ilmuwan. Menurut mereka, pulau Hispaniola, tempat Haiti dan Republik Dominika berbagi ruang merupakan kawasan yang rentan dilanda gempa bumi. Lima ilmuwan menunjukkan artikel sebuah surat kabar yang memuat berita tentang Konferensi Geologi Karibia di Santo Domingo, Republik Dominika.
Konferensi yang dilaksanakan pada Maret 2008 ini membahas persoalan “bahaya seismik mayor” yang mungkin sekali melanda Hispaniola, khususnya kawasan pulau selatan. Prediksi dan statistik ini akhirnya benar-benar terjadi Selasa (12/1) waktu setempat atau kemarin WIB. Gempa bumi kali ini berasal dari jajaran zona pergesekan yang sama.
Para ahli menyebut area ini sebagai zona Enriquillo-Plaintain. “Kami sangat prihatin atas terjadinya bencana ini,” ungkap kolumnis sekaligus peneliti senior dari University of Texas’ Institute for Geophysics, Paul Mann. Dia menambahkan bahwa selama ini zona yang bersangkutan tidak pernah memperlihatkan pergerakan.
“Zona itu tidak pernah bergerak sedikit pun selama ratusan tahun,” ungkapnya pada Selasa pagi waktu setempat. Untuk itulah, para ilmuwan cukup sulit untuk memprediksi kapankah lempeng-lempeng ini akan bergeser. “Haiti merupakan salah satu kawasan seismikal aktif di dunia,” papar seorang geologis, Jian Lin dari Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts. Episentrum gempa bumi Haiti pada Selasa lalu berada 16 km sebelah selatan ibu kota Haiti, Port-au-Prince.
2 Pekerja Hotel dari Indonesia Dilaporkan Selamat
Dua Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan selamat dari bencana gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Haiti. Mereka merupakan pekerja di sebuah hotel.
“Saya tadi baru saja bicara dengan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York yang meng-cover Haiti, informasinya ada ada 2 warga kita yang selamat,” ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Kamis (14/1).
Menurut Faizasyah, dua WNI itu bekerja pada sebuah hotel di Haiti. “Namun, itu baru informasi awal. PTRI nanti akan menyampaikan laporan secara tertulis,” ungkapnya. Dikatakan dia, belum diketahui berapa jumlah WNI yang berada di Haiti. Sebab, selama ini juga tidak ada perwakilan Indonesia di negara yang terletak di lautan Karibia tersebut. “Kita sedang menunggu informasi-informasi lanjut. Sekarang kondisi di sana juga belum dalam kondisi stabil,” tandasnya. (detikcom/okz/AP/u

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang di Anak Salido

Komputer

AJAIB dan Unik

Indonesian Football